Internet Marketers

internet's posts with tag: pemasaran_internet

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag pemasaran_internet
Blog EntryPada Pandangan PertamaFeb 15, '08 11:55 PM
for everyone

Kok setelah beberapa lama membuat situs online, tidak ada satu pun penjualan? Pertanyaan ini boleh jadi kerap terlontar. Sebab, bagaimanapun tujuan membuat sebuah situs di internet sebagai sarana berbisnis. Berbisnis cuma satu ujuan: Mendapatkan keuntungan. Jadi, bila tidak ada penjualan, bagaimana dapat keuntungan? Jadi buat apa capek-capek buat berbisnis internet. Lebih baik jualan langsung di dunia nyata. Pakai internet segala. Capek deh.
 
Keluh kesah ini tak pelak dapat menjadikan semangat berbisnis di internet bakal meredup. Lalu, kenapa penjualan melalui online masih rendah. Tentu banyak hal yang menjadi alasan. Namun, kurang tepat apabila dikatakan pemasaran internet kurang pas untuk bisnis. Sebab, boleh jadi kekeliruan ada di situs online yang kita buat. Bukan karena internet. Banyak kok yang sudah sukses berbisnis di internet, kenapa kita tidak?

Sebagaimana juga ruang pajang di dunia nyata, di dunia maya internet ini, berlaku pula "jatuh cinta pada pandangan pertama."  Sebelum melemparkan rayuan maut kepada calon Anda, terlebih dahulu Anda harus mampu menarik perhatian. Tentu yang dimaksud di sini sebanyak mungkin Anda harus membuat banyak orang berkunjung ke situs online Anda. Nah, kalau pada pandangan pertama calon (pembeli) Anda sudah tidak mau melihat situs Anda, bagaimana mungkin dia mau tahu segala sesuatu yang Anda jual.

Sekali lagi, jangan terburu-buru menyalahkan dunia maya internet. Wong Maya saja ndak salahkan sapa-sapa, kok, atas masalahnya? Lebih baik periksa dulu penampilan situs kita. Apa saja isinya? Bagaimana penampilannya? Baru dapat kita bertanya kenapa situs kita tidak banyak pengunjung? Jadi, sekali lagi, tak perlu menyalahkan siapa-siapa. Apalagi dunianya Maya. Maya sapa sih?

Kembali lagi pada perilaku para pengguna internet (yang sudah disinggung pada blog sebelum ini). Sebelum memutuskan berbisnis di internet, kita perlu mengetahui terlebih dahulu perilaku kebanyakan para pengguna internet. Satu hal yang menjadi ciri utama kaum netters -begitu para pengguna internet ini disebut- adalah ketergesaan. Mereka tak punya cukup waktu -apalagi berlama-lama di situs yang membosankan.

Boleh jadi, isi situs cuma disesaki "kumpulan pajangan" yang kita tawarkan. Bahkan mereka dipajang sebagai sangat menyakitkan mata. Sehingga ketika calon (pembeli) melihat "pada pandangan pertama" kontan jengah. Bukan mau kepada Anda, tapi malah mau muntah melihat situs Anda. Maka, periksa kembali penampilan situs Anda. Apakah dapat membuat setiap calon (pengunjung) betah berlama-lama melongok-longok situs Anda. Atau, kontan kabur ketika melihat isinya yang sangat menyakitkan pandangan mereka.

Sebelum situs Anda memiliki banyak pengunjung, tentulah perlu dicarikan upaya agar setiap calon (pengunjung dan kemudian pembeli) mengetahui alamat situs di internet. Ingat kita ini bukan satu-satunya yang membuka bisnis dan toko di internet. Ada jutaan orang dengan situs lainnya yang menginginkan hal sama dengan kita. Yakni, meraup keuntungan dari dunia maya internet. Jutaan orang berebut "maya.' Apakah kita termasuk "maya" yang direbutkan jutaan orang? Itulah sesungguhnya tujuan yang perlu dicapai. Yakni situs bisnis online kita menjadi rebutan jutaan netters.

Mailing List

Dari mana memulainya? Cara sederhana -sebagaimana dilakukan juga dalam berbisnis di dunia nyata- undang sebanyak mungkin calon pengunjung untuk melongok situs online Anda. Mulailah dengan mengundang semua pacar Anda, calon pacar Anda, maupun mantan pacar Anda (yang masih berhubungan baik tentunya). Bisa juga mantan suami atau istri. Kalau belum jangan segera dijadikan mantan tentuya. Tapi, memberitahukan kepada semua teman, sahabat, kolega, saudara, kakek-nenek, bapak-ibu, paman-bibi, kakak-adik, ipar, mertua dan semua kenalan Anda. Ibaratkan Anda ini membuka toko di seberang jalan di muka tempat tinggal Anda. Beritahukan kepada sebanyak mungkin orang agar mereka tahu persis alamat toko Anda.

Di dunia nyata cara memberitahukan alamat bisnis dan toko biasanya dengan membagikan selebaran maupun kartu nama, di dunia maya internet ini, silahturahmi bisnis, bisa dilakukan melalui email. Bisa pula, beranjangsana dilakukan melalui situs sosial sebagaimana multiplt.com ini. Yang terpenting diingat upaya ini bertujuan mengundang sebanyak mungkin pengunjung ke alamat bisnis dan toko Anda. Sebagaimana pula di dunia nyata, belum tentu semua pengunjung situs Anda akan melakukan pembelian.

Inilah bedanya dengan membuka toko di dunia nyata. Apabila seseorang telah susah payah memarkir kendaraannya di muka toko Anda dan berjalan memasuki toko Anda serta melihat-lihat isi toko Anda, dan menanyakan harga kemudan melakukan penawaran, kemungkinan pengunjung itu melakukan pembelian sangat besar. Tapi, di dunia maya internet ini, meski pengunjung situs Anda telah bertandang dan melihat-lihat seluruh isi toko Anda, pembelian belum tentu terjadi. Masih banyak hal yang perlu Anda lakukan sebelum traksaksi terjadi.

Nah, memelihara pengunjung situs yang diharapkan menjadi pelanggan memerlukan upaya terus-menerus dan ajeg. Perlu kesabaran luar biasa. Anda mesti tak kenal lelah melakukannya dengan satu tujuan: Terjadi transaksi -atau dalam istilah bahasa asing pemasaran (marketing) - closing transaction atau closing deal. Kesemua itu bermula dari memelihara pengunjung situs kita agar kelak menjadi pembeli.

Pertama, agar mendapat kunjungan, secara berkala Anda perlu memberitahukan kepada semua pengunjung bisnis atau toko Anda di internet -kerap disebut online store atau dotcom store- soal apa dan bagaimana bisnis dan toko Anda. Membuat sebuah daftar email pengunjung toko online memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pemberitahuan.

Kirimkan selalu email kepada pengunjung toko atau bisnis Anda itu. Jangan setiap satu atau dua jam atau satu atau dua hari sekali Anda kirim email. Cukup dalam seminggu sekali atau paling banyak dua kali dalam seminggu. Bila tiap sejam sekali Anda kirim email, bisa-bisa penerima email Anda akan menganggap Anda tak punya kerja. Dan, email Anda dianggap sebagai spam. Ini bisa membuat Anda kehilangan satu calon pembeli. Dalam soal ini sebaiknya selalu ingat: Lebih baik kehilangan sejuta kata dalam situs Anda ketimbang seorang pengunjung situs. Anda akan dengan mudah mendapatkan sejuta kata yang hilang daripada seorang pengunjung yang telah menganggap email Anda sebagai spam.

Spam dalam dunia maya internet ini -di dunia nyata kita mengenal berbagai selebaran yang menyampahi rumah kita- dapat dikategorikan sebagai surat sampah. Apabila email dari bisnis atau toko kita dikategorikan sebagai spam, kita akan kehilangan calon pembeli. Karena itu, tahu diri menjadi kata kunci dalam mengirim email kepada seluruh pengunjung bisnis atau toko online kita.

Saya sendiri punya pengalaman mengesalkan soal kiriman email. Gara-gara mendaftar sebagai anggota salah satu bisnis online, tiap hari saya mendapat lebih kurang 250 email. Ada beberapa hal yang terpikir oleh saya setelah menerima ratusan email tersebut: (1) Apakah pengirim email tersebut beranggapan saya memiliki waktu untuk membaca ke-250 email itu; (2) Apakah mereka pikir ke-250 email itu penting buat saya sehingga apabila saya tak membaca satu saja saya akan segera mati beberapa detik kemudian? (3) Apa alasan mereka memaksa saya membaca 250 email mereka tiap hari? Sejak itu saya pun enggan mendaftar ke situs yang memberikan saya tumpukan spam di email saya.

Jadi meski pada pandangan pertama banyak orang kesengsem kepada bisnis atau toko online kita, jangan sesekali terpikirkan dapat mengumbar rayuan gombal. Apalagi kalau rayuan yang Anda pikir maut itu dikirim tiap waktu. Bisa-bisa calon Anda lari tunggang langgang. Tak bakal mau melongok kembali. Sekalipun Anda sudah berteriak mohon ampunan dan maaf. Belum lagi kalau calon ini memberitahukan kepada teman, kolega, dan kenalan mereka. Maka akan tamatlah kerja keras Anda berbisnis di internet.
 
Avian Dewanto

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi, pengetahuan yang didapat dari pelatihan dan kursus yang pernah diikuti penulis selama menjadi wartawan ekonomi dan bisnis, serta berbagai buku dan bahan bacaan dari berbagai sumber yang dimiliki penulis.

Penulis pernah menjadi reporter dan redaktur di Majalah Ekbis "Dagang dan Industri" Kadin Indonesia (Jakarta), Majalah Ekbis "Prospek" (Jakarta), dan Harian "Media Indonesia" (Jakarta). Punya pengalaman membangun beberapa perusahaan -termasuk perusahaan event organizer di Jakarta. Saat ini, masih bergiat sebagai penulis dan sedang mengembangkan diri sebagai pebisnis internet (netpreuner) dan pemasar internet (internet marketer).

Sejak 1996 penulis pindah rumah dari kota kelahiran dan dibesarkan, DKI Jakarta, ke Malang, Jawa Timur. Meski baru tahun 2007 lalu bergiat di internet marketing business tapi, "I believe internet could give everyone a chance to grab a better life. That benefit of the internet is not only for peoples in big city only, I believe too."


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help