internet's posts with tag: wisnu
Pernahkan Anda ke berbagai tempat wisata di berbagai belahan dunia? Ada suatu ciri yang menjadi penanda lokasi wisata. Yakni keberadaan para pedagang cenderamata. Pedagang cenderamata ini ada yang tertata dengan baik dan apik. Sehingga mereka tak menggaggu keamanan dan kenyamanan pengunjung daerah tujuan wisata yang berdatangan. Ada pula yang tak tertata sehingga semrawut.
Di sejumlah lokasi wisata bahkan para pedagang ini menyerbu para wisatawan yang baru saja mendaratkan kakinya. Tanpa keperdulian menjaga hak orang lain yang hendak menikmati daerah tujuan wisata, para pedagang ini segera merangsek dan menyodokkan barang dagangan tepat ke hidung para pengunjung.
Tentu saja lain lubuk lain ikannya. Kalau di lubuk lain bisa ditata sehingga tertib, kenapa pula kita harus berbeda? Karena kita orang Indonesia? Tentu tak semua orang Indonesia setuju dengan perilaku para pedagang cenderamata tersebut -yang kerap disebut pedagang acung. Kenyamanan dan keamanan bisa jadi faktor utama alasan wisatawan -baik wisnu (wisatawan nusantara) maupun wisman (wisatawan mancanegara)- mengunjungi sebuah lokasi wisata. Selain tentunya atraksi wisata yang ada di sana. Lama seorang wisatawan berada di suatu lokasi wisata juga ditentukan dengan hal tersebut.
Lalu apakah hubungan cerita ini dengan kegiatan internet marketing yang sedang kita lakukan ini? Tentu saja hubungan mereka baik-baik saja. Maksudnya, wisatawan terus mengalir ke Indonesia tanpa perduli mau ada bom atau tidak. Kalau teroris mau melepas bom, di mana pun juga bisa. Tak harus di Indonesia. Mau, kek, Singapura melepaskan Kastari dari penjara super ketat mereka, tetap saja perjanjian ekstradisi bagi para koruptor asal Indonesia perlu segera direalisasi. Apa Singapura pikir kalau Kastari dilepaskan -guna memberi kesibukan kepada aparat keamanan Indonesia- kita jadi lupa soal koruptor asal Indonesia yang menikmati perlindungan di Singapura. Tentu saja tidak.
Begitu pula banyak cara dapat dilakukan agar sukses dalam berbisnis di internet -baik sebagai netpreuner maupun internet marketer. Tapi pemasaran -baik dilakukan secara online maupun offline- punya satu tujuan: Memberikan kepuasan. Dalam istilah asing -biar keren geto loh- costumer satisfaction.
Apakah kepuasan itu? Nah, ini dia. Tiap orang beda-beda soal batas kepuasan. Ada yang diberi permen sudah puas. Ada yang baru puas setelah dibelikan Ferrari. Ada pula yang puas semalam seronde. Ada yang belum puas kalau belum tiga ronde atau lima ronde semalam. Jadi kepuasan memang relatif.
Itulah sebabnya memberikan kepuasan perlu mengukur kemampuan. Kalau Anda cuma bisa membelikan bakso dua mangkok tiap kali apel, ya, memang segitu kemampuan Anda. Jangan pula Anda rampok orang lain cuma gara-gara mau apel. Banyak lho yang puas cukup dengan gula-gula cinta. Di lain pihak, ada yang baru puas bila ada dibuatkan salon kecantikan di mal di depan bundaran HI. Namun, rata-rata orang akan merasa puas apabila beberapa hal kita melakukan hal beberapa berikut:
Memahami produk
Memahami sebenar-benarnya produk (baik barang maupun jasa) dengan sendirinya akan memberi kesan kepada setiap pengunjung situs (toko atau bisnis online), mereka berhubungan dengan ahlinya. Para pengunjung akan langsung merasa aman karena berhubungan dengan ahlinya. Perihal pemahaman produk dan jasa yang kita jual ini menjadi pintu gerbang pertama menanamkan kepercayaan kepada para pengunjung situs internet. Karena itu pula pengunjung mau berlama-lama di toko online Anda.
Bagaimanapun, para pengunjung situs online itu lebih banyak yang tak tahu tentang diri Anda. Kecuali Anda beranggapan semua pengunjung situs Anda itu pacar Anda, calon pacar Anda, maupun mantan pacar Anda, atau mereka itu suami, istri, mantan suami, mantan istri, teman, sahabat, kolega, saudara, kakek-nenek, bapak-ibu, paman-bibi, kakak-adik, ipar, mertua dan semua kenalan Anda. Itu hal lain.
Untuk itulah, membawa diri sebagai seorang guru yang dapat menjelaskan dengan baik dan benar setiap produk (barang dan jasa) akan dengan sendirinya menanamkan kepercayaan kepada setiap pengunjung toko online Anda. Kepercayaan itu modal utama dalam berbisnis. Tanpa kepercayaan, Anda tak akan mendapatkan transaksi apa pun. Jadi, sebagaimana juga jika melakukan pemasaran offline di duna nyata maksudnya, untuk menjadi pemasar yang mampu menjelaskan dengan baik dan benar produk yang ditawarkan, memahami produk menjadi prasyarat mutlak.
Ketika berhasil memberikan pemahaman tentang produk kepada pengunjung situs kita, tentu pulalah kepuasan telah mereka dapatkan. Sebaliknya, kita pun telah mendapatkan kepercayaan para calon pembeli dengan kemampuan memahami produk yang kita pasarkan. Jadi kepercayaan dapat kita tunaikan melalui pemahaman terhadap produk yang kita pasarkan. Anda boleh jadi mampu memberikan sebuah Ferrari buat calon Anda. Tapi, tentu perlu waspada, apakah seharga itulah kepercayaan calon Anda terhadap Anda. Bagaimana kalau di kemudian hari, Ferrari itu terpaksa digadaikan, apakah kepercayaan terhadap Anda pun tergadai?
Nah, kalau Anda sudah bertekad bulat berbisnis di internet, sebelum membuat sebuah situs, tanyakan kembali apakah Anda sudah memahami produk yang akan ditawarkan lewat internet? Sekali lagi, tanpa pemahaman yang baik dan benat, apa pun upaya yang akan dilakukan akan menjadi muspro, sia-sia. Sebab, tak seorang pun mau bertransaksi dengan seseorang yang tak paham dan karenanya tak layak dipercaya. Kata kuncinya: pehamaman terhadap produk itu upaya awal menanamkan kepercayaan pengunjung situs.
Jujurlah tentang produk
Boleh jadi, seperti saya ini yang kerap berlaku tak jujur, ketika ditanya istri kenapa pulang terlambat? Saya kerap mengemukakan berbagai alasan yang kadang tak masuk akal. Tapi, itu saya sadari setelahnya. Sewaktu menyampaikan pertama kali, sih, rasa-rasanya semua masuk akal saja. Kejujuran -atau lebih tepat keterbukaaan atau dalam bahasa asing full disclosure- tentang produk yang ditawarkan menjadi syarat pula dalam menanamkan kepercayaan kepada pengunjung toko online. (Ingat! Semua pengunjung situs online kita itu calon pembeli.)
Kejujuran tentulah bukan dengan memberitahukan jumlah keuntungan yang bakal diperoleh apabila pengunjung membeli produk kita. Atau, besar simpanan Anda di bank. Bukan pula berapa banyak "simpanan" dan di mana saja mereka beralamat. Bukan hal seperti itu yang dimaksud kejujuran dalam berbisnis. Tapi, kejujuran inilah yang nantinya menjadikan toko online Anda menjadi kesukaan banyak pelanggan.
Tentulah yang namanya masih buatan manusia (human made) memiliki kekurangan. There are still human error in every human made. Produk buatan manusia masih mengandung kekurangsempurnaan. Apa pun produk itu. Jadi janganlah Anda berupaya menutupi kekurangsempurnaan dalam produk yang ditawarkan. Sebab, pembeli yang waras sudah paham soal kekurangsempurnaan sebuah produk buatan manusia. Lain halnya kalau yang Anda pasarkan di internet bukan buatan manusia. Misalkan Anda menawarkan diri Anda sendiri untuk dijual. Memang ada yang mau?
Mereka -para pembeli yang waras itu- akan menghargai kejujuran Anda apabila Anda tidak berupaya menutup-nutupi kekurangsempurnaan produk yang ditawarkan. Bagamana pun meraih kepercayaan pembeli jauh lebih menguntungkan untuk bisnis Anda ketimbang mengejar target penjualan namun melupakan kejujuran. Sebab, keterbukaan -baik hal positif maupun negatif- terhadap suatu produk yang ditawarkan itu menunjukkan niat baik Anda untuk menghindarkan pembeli celaka setelah membeli produk Anda -apa pun produk yang ditawarkan.
Kejujuran pada akhirnya membukakan mata hati setiap pembeli menjadi pelanggan. Sebab mereka akan datang kembali kepada Anda setelah yakin berbisnis dengan Anda lebih aman dan terpercaya ketimbang dengan pesaing Anda. Di internet banyak orang jauh lebih pandai dan mampu membedakan mana pemasar jujur dan mana pemasar penipu. Janganlah Anda sesekali disebut sebagai yang terakhir. Sebab, sekali seorang Anda tipu, jutaan lainnya akan segera tahu: Anda itu penipu bukan pemasar internet. Maka ketika itu terjadi tamatlah bisnis yang Anda bangun itu.
Mengenal pesaing
Selain kejujuran tentang produk, anda perlu kejujuran bahwa produk Anda bukanlah satu-satunya yang dipasarkan di internet ini. Kecuali Anda dapat membuktikan sebaliknya. Jadi, jangan sembunyikan bahwa ada banyak pesaing yang menawarkan produk seperti yang Anda tawarkan. Mengenal pesaing bisnis Anda, mengetahui kelebihan dan kekurangan produk pesaing, mengetahui teknik dan strategi pemasaran pesaing, dan segala hal ihwal dan seluk beluk pesaing perlu dilakukan.
Ketika Michael Corleone menyerahkan tampuk pimpinan mafia Italia kepada keponakannya, dalam film Godfather III gubahan Mario Puzo, ia berkata, "Selalu berdekatan dengan lawanmu. Sebab, teman-teman dekatmu sudah berada di sisimu." Dengan pemikiran ala Michael Corleone sesungguhnya menjadikan semua lawan dan pesaing bisnis selalu berada dalam jarak pandang kita, akan sangat menguntungkan. Sehingga setiap ancaman lawan atau pesaing bisnis segera dapat diketahui sebelumnya. Kalau kita tak pernah berdekatan dengan lawan atau pesaing bisnis, tentulah dengan mudah para lawan atau pesaing bisnis kita melaklukan perubahan dan inovasi bisnis yang dapat mengancam kelanjutan bisnis kita.
Maka menempatkan lawan atau pesaing bisnis sebagai lebih berdekatan ketimbang "teman bisnis" akan sangat bermanfaat. Kreativitas dalam komunikasi guna menjaga hubungan dengan lawan dan pesaing bisnis memudahkan menjaga jarak. Siapa tahu suatu saat kelak dari komunikasi dengan "pesaing bisnis" kita itu justru mendatangkan bisnis lainnya. Paling tidak dapat bertukar informasi.
Semangat membara
Meki di internet antara pemasar dan pembeli tak saling tatap muka, namun semangat yang berkobar dalam berbisnis di internet akan tampak. Aura semangat pemasar akan tampil di setiap layar komputer melewati jaringan kabel yang terhubung antarkomputer. Tak perlu Anda ragukan hal itu. Karena itu, semangat dalam berbisnis di internet sama saja dengan bisnis tradisional yang tak menggunakan internet. Pendek kata, semangat itu diperlukan dalam berbisnis.
Jika Anda sebagai pebisnis internet -kerap disebut sebagai Netpreuner- atau pemasar internet -kerap disebut sebagai internet marketer- semangat yang mengelora akan berpengaruh positif pada hari-hari Anda. Bayangkan -silakan bayangkan dulu barang dua atau tiga menit- apa jadinya bisnis Anda apabila seharian Anda menghadapi layar komputer sendirian tanpa semangat menggelora di dada? Anda akan segera bosan dan patah hati. Sementara itu tak seorang pengunjung pun mau menghampiri situs Anda.
Jika semangat menggelora dalam dada Anda itu padam, segera Anda cari karir atau pekerjaan lain. Lupakan segera keinginan menjadi pebisnis internet (netpreuner) atau pemasar internet (internet marketer). berbisnis di dunia maya internet itu penuh hari-hari membosankan. Meski tampak di layar komputer hiruk-pikuk, blink-blink jutaan situs.
Kelanjutan setelah penjualan
Pernahkah Anda melakukan diskriminasi dalam membeli sesuatu? Maksudnya apa alasan Anda membeli sesuatu di "A" bukan di "B" atau "C"? Padahal baik harga maupun kualitas produk sama. "A" = "B"= "C". Sebagaimana pula di dunia nyata, pada akhirnya bisnis internet ataupun pemasaran internet menjadi sesuatu yang bersifat personal. Sesuatu yang bersifat pribadi.
Seorang pebisnis ataupun pemasar yang cerdik tahu persis tentang hal ini. Seseorang berbisnis sesuatu dengan "A" bukan semata-mata lantaran harga produk "A" lebih murah atau lebih mahal. Bukan pula lantaran kualitas produk "A" lebih baik atau lebh buruk. Tapi, banyak orang mau berbisnis dengan "A" karena percaya dan nyaman berbisnis dengan "A" ketimbang "B" atau "C.
Rata-rata pembeli malas bertukar tempat membeli. Sekali pembeli mendapatkan pelayanan dan menaruh kepercayaan kepada pemasar, mereka akan kembali kepada pemasar tersebut. Karena itu, segala upaya untuk membangun kelanjutan penjualan setelah pembelian sangat diperlukan. Beberapa hal dapat dilakukan pebisnis internet ataupun pemasar internet. Misalkan, mengirim e-mail.
Jika Anda punya produk anyar, kirimlah email kepada setiap pembeli Anda. Atau, kalau Anda punya informasi hari lahir pembeli, kirimkan kartu pos pada hari ulangtahunnya. Kalau perlu, telponlah mereka untukmenjelaskan produk anyar Anda ataupun untuk mengucapkan hari jadi mereka. Tujuan dari upaya ini jelas: Mengingatkan kepada setiap pembeli, Anda masih eksis. Dan, sungguh menyenangkan buat Anda berbisnis dengan mereka.
***
Apakah Anda telah menengok kembali penampakan bisnis dan toko online Anda? Coba periksa deh. Jangan-jangan perilaku Anda mirip dengan pedagang acung di awal tulisan ini. Kerjanya menohokkan semua barang yang mau dijual tepat ke hidung calon pembeli. Pemasaran internet memerlukan kiat jitu agar sukses. Anda itu seorang pemasar (marketer) bukan pedagang acung. Pemasaran tentu membutuhkan kemampuan komunikasi kepada seluruh calon pembeli. Tak hanya mengacungkan-acungkan barang dagangan yang hendak dijual.
Avian Dewanto
Penulis pernah menjadi reporter dan redaktur di Majalah Ekbis "Dagang dan Industri" Kadin Indonesia (Jakarta), Majalah Ekbis "Prospek" (Jakarta), dan Harian "Media Indonesia" (Jakarta). Punya pengalaman membangun beberapa perusahaan -termasuk perusahaan event organizer di Jakarta.
Saat ini, selain masih bergiat sebagai penulis, sedang mengembangkan diri sebagai pebisnis internet (netpreuner) dan pemasar internet (internet marketer). Sejak 1996 penulis pindah rumah dari kota kelahiran dan dibesarkan, DKI Jakarta, ke Malang, Jawa Timur.
Meski baru tahun 2007 lalu bergiat di internet marketing business. After all, "I believe internet could give everyone a chance to grab a better life. That benefit of the internet is not for peoples in big city only, I believe too."
| |